Kelas Bisnis

Selain dipasarkan untuk kalangan sendiri,
beberapa hasil produksi siswa juga di-supply ke beberapa toko dan warung
sekitar sekolah bahkan ke Carrefour. Keuntungan yang diperoleh siswa,
sebagian disimpan di Tabungan Siswa (TABSIS), sebagian dijadikan uang
jajan dan sebagian lagi dijadikan modal untuk pengembangan usaha.
Dengan terus dimonitoring oleh guru pembimbing, kelas bisnis
diharapkan mampu menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan pada diri
siswa-siswi sejak dini yang nantinya mereka dapat menjadi
entrepreneur-entrepreneur muda sukses yang mampu membuka lapangan
pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.On Enterprise Job Training

Setelah magang, siswa-siswi membuat laporan kegiatan dan dipresentasikan secara kelompok di hadapan para guru pembimbing.
Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan
setelah mengikuti kegiatan ini, siswa-siswi dapat memperoleh memperoleh
pengalaman kerja praktis di dunia kerja sehingga terbentuk dalam diri
siswa-siswi semangat pantang menyerah, disiplin kerja, etos kerja,
tanggung jawab kerja serta menyadari bahwa untuk memperoleh sesuatu
haruslah dengan usaha dan semangat juang yang tinggi sehingga nantinya
akan tumbuh jiwa kewirausahaan dalam diri mereka.
Semua siswa SMA Unggulan CT Foundation
harus tinggal asrama agar pola pembinaan dapat diikuti dan berlangsung
secara efektif dan maksimal. Asrama siswa SMA Unggulan CT Foundation
masih berada di wilayah gedung sekolah, dirancang sangat alami, penuh
keakraban, disiplin, dan religius dengan memperhatikan aspek-aspek
psikologis.
Kehidupan Berasrama

Di asrama pun diadakan program-program
pembinaan yang sudah terjadwal dan terstruktur, diantaranya, setelah
sholat subuh ada penyampain kosa kata bahasa Inggris, dilaksanakan pukul
05.45-06.00 WIB. Setiap hari siswa menerima dua kata baru, dan siswa
wajib meletakkan setiap kata dalam tiga kalimat yang berbeda. Disusul
kemudian dengan pagi ceria yang diisi dengan melakukan kebersihan kamar,
tempat tidur, asrama, lingkungan sekitar asrama, kelas dan sekolah.
Pada pukul 07.00 WIB tepat, diadakan morning inspection, yaitu guru bina
asrama melakukan pemeriksaan kebersihan dan kerapian kamar sebelum
berangkat ke sekolah, lalu mengarahkan siswa berangkat ke sekolah dengan
berbaris dan berpakaian rapi.
Morning motivation juga rutin
dilakukan setiap pagi hari. Sebelum masuk ke dalam kelas, siswa
berkumpul di depan Student Center Hall (SCH) untuk apel pagi dan
mendengarkan nasehat dan motivasi oleh guru piket. Kembali dari sekolah
tentu ada jam istirahat sore; olah raga; kegiatan pembersihan sekitar
asrama; lalu mandi sore. Jadwal makan di kantin juga sudah teratur
sedemikian rupa, mulai dari sarapan pagi, makan siang dan makan malam,
dilakukan agar tetap terjalin rasa kebersamaan. Demikian pula jam tidur
malam terlaksana secara tertib yaitu pada pukul 22.30 wib; bangun tidur
dan persiapan sholat subuh pukul 05.00 WIB
Pada hari sabtu malam pukul 20.30-22.30 WIB
diadakan nonton bareng film di aula kampus. Selain sebagai media
refreshing, kegiatan ini juga dijadikan wahana belajar bahasa Inggris
siswa. Pada hari Minggu, siswa diperbolehkan menonton TV dan siswa
diberi kesempatan juga untuk ijin keluar kampus dengan alasan yang
tepat.
Pembinaan Imtak

Siswa juga diberi kesempatan melaksanakan
sholat dhuha pada waktu jam istirahat pertama di sekolah selama 15
menit. Untuk melatih siswa memberikan ceramah, maka setiap hari secara
bergiliran satu siswa membawakan “kultum” setelah sholat Ashar di
hadapan guru dan siswa, sedangkan setelah sholat Magrib atau sebelum
makan malam, siswa megikuti kegiatan tematik (ceramah agama) dengan
materi fiqh, tauhid, tajwid dan akhlak yang diisi oleh guru bina asrama
dengan tujuan adalah untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan
pengamalan terhadap syariat islam dan nilai-nilai keimanan. Dalam waktu
tertentu siswa melakukan tadarrus al-qur’an.
Dalam etika sehari–hari, siswa dibiasakan
untuk melaksanakan 3S (senyum, sapa, salam) bertemu dengan orang lain
dan berbudaya akhlakul-karimah yang diperlihatkan dengan perilaku
ikhlas, sederhana, mandiri, ukhuwah, dan bebas berkreasi (panca jiwa).
Selain mengikuti program akademik, siswa juga diwajibkan mengikuti salah satu dari berbagai macam program ekstrakurikuler sekolah yang dilaksanakan setiap hari Jum'at dan Sabtu sore. Hari dimana siswa melaksanakan kegiatan non akademis ini disebut sebagai student day.
Kegiatan student day di SMA Unggulan CT Foundation secara umum diarahkan dan dilaksanakan untuk dapat memperkuat pencapaian visi dan misi sekolah dan memberikan kesempatan pada siswa dalam menemukan dan mengembangkan bakat dan minatnya, maka sekolah menyediakan berbagai bidang ekstrakurikuler.
Semua aspek minat dan bakat siswa difasilitasi oleh sekolah, antara lain:
Club
tari tradisional, modern dance, puisi, dan teater SMA Unggulan CT
Foundation beberapa kali menyabet juara dalam berbagai event di kota
Medan. Di awal berdirinya, sanggar tari CTF langsung mendapatkan juara
harapan I pada RAZ competition tahun 2010 dan pada tahun 2012
berkesempatan mengikuti ajang pencarian bakat IMB.
Demikian juga dengan club modern dance, sempat meraih juara II lomba modern dance antar SMP-SMA se-kota Medan di UNIMED tahun 2012 dan beberapa perlombaan lainnya. Tidak kalah dengan club lain, tim teater SMA CTF juga pernah bermain di Merdeka Walk setelah meraih juara I lomba English Drama Contest se kota Medan pada tahun 2011.
Ekskul band, musik, vocal, nasyid, dan kaligrafi juga menfasilitasi siswa dalam mengasah bakat mereka dan terus berlatih guna menyabet kejuaraan-kejuaraan yang ada baik di tingkat regional maupun nasional.
Selain
OSIS, organisasi kepramukaan juga memiliki peran penting dalam
menkoordinir beberapa kegiatan siswa di sekolah. Kegiatan pramuka
dilaksanakan pada hari Sabtu mulai pukul 15.00 - 17.00 WIB tiga kali
dalam sebulan. Seluruh siswa-siswi SMA Unggulan CTF wajib menjadi
anggota pramuka dengan gugus depan 747-748 ini.
Setelah menyelesaikan SKU, Siswa kelas X dilantik menjadi penegak bantara dan kelas XI menjadi penegak laksana. Kegiatan pelantikan dilaksanakan di bumi perkemahan Sibolangit dengan melibatkan seluruh dewan koordinator, pembina dan mabigus.
Beberapa penegak laksana yang memenuhi kualifikasi, diikutkan dalam Kursus Mahir Dasar (KMD) dan kemudian menjadi pembantu pembina ketika mereka duduk di kelas XII, begitu seterusnya.
Pangkalan SMA Unggulan CT Foundation juga memiliki pasukan garuda (PASGA) yang dilatih secara khusus untuk diikutkan dalam perlombaan-perlombaan kepramukaan. Pada tahun 2011, kontingen pramuka CTF berhasil menyabet juara III lomba pramuka penggalang penegak antar boarding school tingkat nasional.
Bahasa
Inggris merupakan bahasa pengantar sehari-hari di SMA Unggulan CT
Foundation. Siswa-siswi yang mempunyai kecenderungan lebih dalam
meningkatkan bahasa Inggris mereka, dapat mengikuti English Community
dan Madani Language Course (MLC). Selain mereka mendalami listening,
writing dan speaking, mereka juga mempelajari scrabble dan debate
sebagai persiapan dalam mengikuti perlombaan-perlombaan.
Selain bahasa Inggris, SMA Unggulan CT Foundation juga mempunyai tim sastra dan jurnalistik. Mereka aktif dalam pembuatan majalah dinding sekolah, bahkan beberapa karya puisi dan cerpen mereka sering dimuat oleh koran harian lokal.
Selain mengikuti program akademik, siswa juga diwajibkan mengikuti salah satu dari berbagai macam program ekstrakurikuler sekolah yang dilaksanakan setiap hari Jum'at dan Sabtu sore. Hari dimana siswa melaksanakan kegiatan non akademis ini disebut sebagai student day.
Kegiatan student day di SMA Unggulan CT Foundation secara umum diarahkan dan dilaksanakan untuk dapat memperkuat pencapaian visi dan misi sekolah dan memberikan kesempatan pada siswa dalam menemukan dan mengembangkan bakat dan minatnya, maka sekolah menyediakan berbagai bidang ekstrakurikuler.
Semua aspek minat dan bakat siswa difasilitasi oleh sekolah, antara lain:
Olah raga
Minat siswa dalam bidang olah raga sangat tinggi, terutama pada club bola voli, futsal, renang, bola basket, bulu tangkis, karate dan tenis meja. Club-club olah raga SMA Unggulan CT Foundation aktif mengikuti berbagai perlombaan olah raga di kota Medan.Seni dan budaya
Demikian juga dengan club modern dance, sempat meraih juara II lomba modern dance antar SMP-SMA se-kota Medan di UNIMED tahun 2012 dan beberapa perlombaan lainnya. Tidak kalah dengan club lain, tim teater SMA CTF juga pernah bermain di Merdeka Walk setelah meraih juara I lomba English Drama Contest se kota Medan pada tahun 2011.
Ekskul band, musik, vocal, nasyid, dan kaligrafi juga menfasilitasi siswa dalam mengasah bakat mereka dan terus berlatih guna menyabet kejuaraan-kejuaraan yang ada baik di tingkat regional maupun nasional.
Bela Negara

Setelah menyelesaikan SKU, Siswa kelas X dilantik menjadi penegak bantara dan kelas XI menjadi penegak laksana. Kegiatan pelantikan dilaksanakan di bumi perkemahan Sibolangit dengan melibatkan seluruh dewan koordinator, pembina dan mabigus.
Beberapa penegak laksana yang memenuhi kualifikasi, diikutkan dalam Kursus Mahir Dasar (KMD) dan kemudian menjadi pembantu pembina ketika mereka duduk di kelas XII, begitu seterusnya.
Pangkalan SMA Unggulan CT Foundation juga memiliki pasukan garuda (PASGA) yang dilatih secara khusus untuk diikutkan dalam perlombaan-perlombaan kepramukaan. Pada tahun 2011, kontingen pramuka CTF berhasil menyabet juara III lomba pramuka penggalang penegak antar boarding school tingkat nasional.
Bahasa

Selain bahasa Inggris, SMA Unggulan CT Foundation juga mempunyai tim sastra dan jurnalistik. Mereka aktif dalam pembuatan majalah dinding sekolah, bahkan beberapa karya puisi dan cerpen mereka sering dimuat oleh koran harian lokal.
Kurikulum

Pada mata pelajaran matematika dan sains (kimia, biologi, dan fisika) dilakukan penambahan jam tatap muka yaitu 5/minggu dari 38 tatap muka/minggu, ditambah dengan praktikum. Selain itu, dibentuk enam kelas Kelompok Bakat dan Prestasi siswa (fisika, kimia, biologi, kebumian, astronomi dan TIK) yang didasari dengan minat siswa. Kelas ini dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan kompetisi ilmiah lainya atau lomba karya ilmiah, sehingga pelaksanaanya dapat secara intensif.
Program penunjang kurikulum adalah Bahasa Inggris dengan jam tatap muka 4x/minggu meliputi grammar dan conversation, siswa wajib berbahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah. Pelajaran TIK melalui praktek juga secara intensif diberikan dengan tujuan membekali keterampilan siswa mengenai tehnis dan programmer komputer. Kurikulum Muatan Lokal diisi dengan Mata Pelajaran Kewirausahaan dan dilakukan praktek melalui kelompok minat usaha masing –masing yang terbentuk.
Proses Belajar Mengajar

Untuk meningkatkan dan menjaga mutu proses pembelajaran, maka pendekatan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, adalah pembelajaran berpusat pada siswa atau Student Centered Learning (SCL) yaitu siswa tidak dijadikan obyek semata-mata dalam pembelajaran, tetapi siswa diberikan kesempatan untuk bereksplorasi sendiri oleh gurunya sehingga pembelajaran berlangsung dua arah. Sewaktu-waktu siswa belajar di luar kelas (di taman), melakukan diskusi kelompok untuk memperdalam materi ajar, kemudian guru akan bertindak mengarahkan sebagai narasumber. Model pembelajaran ini dilakukan dengan selalu disisipkan aktifitas yang sifatnya pembinaan karakter, jadi guru tidak sekedar mengajar, tapi juga memotivasi anak didiknya untuk berprestasi dan memiliki daya juang.
Agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif guru selalu mempersiapkan lesson plan atau dikenal RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), dengan demikian, guru akan mempunyai waktu perencanaan sebuah topik pembelajaran disampaikan dengan baik dan menarik. Pekerjaan rumah (PR) merupakan bagian dari proses belajar siswa yang terjadwal sedemikian rupa, untuk menghindari tugas yang bertumpuk. Tujuan PR untuk meningkatkan penguasaan konsep dan memperkaya serta meningkatkan pemahaman terhadap materi yang sedang dipelajari, juga melatih kemandirian, tanggung jawab, keterampilan siswa, dan melatih siswa mengatur waktunya. PR dapat berupa worksheet, wawancara, maupun project tergantung tujuan dari pemberian pekerjaan rumah itu sendiri.
Pada malam hari pukul 08.30-22.00 (senin-jumat) diadakan belajar malam di Student Center Hall (SCH) yang dikoordinasi oleh guru piket malam, bertugas untuk menertibkan serta membantu siswa bilamana ada kesulitan sesuai dengan disiplin ilmunya. Siswa bebas melakukan bentuk kegiatan belajar malam seperti mengerjakan PR, diskusi, belajar mandiri ataupun kelompok dan siswa wajib hadir.
Sekolah mengadakan field trip untuk menunjang pembelajaran siswa, seperti berkunjung ke cagar alam, daerah konservasi, atau kunjungan laboratorium di Perguruan Tinggi. Cara ini lebih efektif untuk mengenal dan memahami lansung teori yang diperoleh dalam kelas. Dalam aktivitasnya, siswa membuat kelompok untuk melakukan pengamatan yang ditugaskan oleh guru, kemudian secara bergiliran setiap kelompok mempresentasikan di hadapan guru dan pada kelompok siswa yang lain untuk dilakukan diskusi bersama.
Proses belajar mengajar ditunjang dengan sarana yang memadai seperti student center hall, ruang terbuka dan hijau untuk belajar, kebun percobaan, laboratorium, ruang IT, zona bebas akses internet, kebun percobaan, dan kolam ikan. Media pembelajaran seperti OHP, VCD, TV, LCD projector, laptop dan fasilitas internet sangat menunjang untuk akses informasi dan terselenggaranya proses belajar mengajar yang maksimal
Layanan Bimbingan Belajar

Selain itu, karena sistem sekolah berasrama
(boarding school) dan siswa jauh dari orang tua, maka diangkat kepala
asrama pada setiap unit asrama yang berperan bukan hanya mengkoordinasi
tata tertib kehidupan berasrama, tetapi juga bertindak sebagai
pembimbing selama siswa di asrama.
Layanan bimbingan juga dilakukan setiap
hari Selasa 15 menit setelah jam pelajaran selesai yang disebut base
claas time (BCT) tetapi dilakukan oleh guru bidang studi. Dalam
pelaksanaan BCT seorang guru (teacher base class) mempunyai 10 siswa
(student base class) dikumpulkan selama 15 menit, para siswa dapat
menyampaikan masalahnya atau kelukesahnya tentang pelajaran berjalan
seharian atau mungkin kesulitan terhadap guru pada hari itu, atau
mungkin ada hal yang sifatnya, maka BCT adalah wadahnya, selanjutnya
guru akan menfasilitasi ke guru Bimbingan Konseling dan manajemen
sekolah untuk memberikan jalan keluar.
Dalam keadaan tertentu, Ibu Anita selaku
ketua yayasan juga hadir mendengarkan curhat siswa-siswi tentang
pelajaran bahkan masalah pribadi.
Sumber : http://smactf.sch.id/
0 komentar:
Post a Comment